Sekarang kita bisa mencari tahu kriteria yang disematkan pada kartu kredit. Kartu kredit ini digolongkan dalam pinjaman jangka pendek. Meskipun dalam praktiknya, kita bisa menggunakan pinjaman kartu kredit lebih dari satu tahun.

Para pemilik kartu kredit dengan bebas menarik pinjaman sekaligus menyetorkan uang pembayaran. Anda bebas menarik pinjaman berkali-kali sesuai plafond yang tersedia dan membayar tagihan sebelum tanggal jatuh tempo dengan jumlah minimum yang ditentukan. Saat ini pembayaran minimum tagihan kartu kredit ditetapkan sebesar 10% dari total tagihan. Misalnya, total tagihan kartu kredit Anda 5 juta rupiah, maka sebelum tanggal jatuh tempo Anda wajib membayar tagihan minimum sebesar 500 ribu rupiah.

Dari cara penggunaannya, kartu kredit dapat digolongkan sebagai pinjaman revolving. Dimana debitur (peminjam) diberi plafon atau limit maksimal pinjaman yang dapat digunakan dalam rekening tertentu, bebas menarik dan menyetor dana sebagai cicilan pokok beserta bunga.

Menariknya lagi kartu kredit memiliki cara penarikan dan pengembalian yang tidak terjadwal. Memang betul, bahwa kartu kredit memiliki batas waktu pembayaran. Tetapi pemegang kartu bisa membayar seluruh tagihan sebelum tanggal jatuh tempo. Keuntungannya, nasabah tidak akan dikenakan denda atau penalti.

Hal ini berbeda dengan fasilitas pinjaman yang terjadwal seperti pinjaman untuk pembelian kendaraan bermotor misalnya. Jika debitur melakukan pelunasan sebelum masa kredit berakhir, biasanya debitur akan dikenakan pinalti berupa denda. Nah, kartu kredit malah sebaliknya, bila debitur melunasi seluruh tagihan sebelum tanggal jatuh tempo, tidak akan dikenai denda. Bahkan, tidak hanya bebas denda, tetapi bebas bunga!

Dari cara menghitung bunga pinjaman, kartu kredit menggunakan sistem efective murni. Dimana bunga dihitung berdasarkan sisa pokok utang pada akhir periode. Dalam hal ini, kartu kredit sebenarnya lebih memiliki keunggulan dibandingkan dengan pinjaman modal usaha tanpa agunan yang kini marak diluncurkan oleh beberapa Bank besar.
Kalau diamati secara cermat, kartu kredit memiliki banyak kemiripan dengan pinjaman modal kerja dengan fasilitas rekening koran. Sering juga disebut dengan pinjaman R/K. Jenis pinjaman fasilitas R/K ini banyak digunakan sebagai modal kerja.

Ada beberapa karakteristik yang sama-sama dimiliki oleh pinjaman R/K dan kartu kredit.

Tabel Karakteristik Pinjaman R/K & Kartu Kredit

Karakteristik Pinjaman R/K Kartu Kredit
Jangka waktu: R/K < 1 tahun , KK < 1 tahun

Sifat Penggunaan: R/K (Revolving), KK (Revolving)

Tujuan : R/K (Modal Kerja) , KK (Konsumtif)

Cara tarik & setor: R/K (Tidak terjadwal), KK : (Tidak terjadwal)

Perhitungan Bunga: R/K (Effective) , KK : (Effective)

Pinjaman R/K dan kartu kredit memiliki banyak kemiripan dari sisi karakteristik. Kemiripan itu terdapat pada karakteristik yang penting seperti sifat penggunaan dan cara menarik serta menyetor.
Mengapa saya bilang penting? Karena karakteristik penggunaan serta cara menarik dan menyetor adalah senjata bagi pengusaha dalam menggunakan kartu kredit ataupun pinjaman R/K sebagai modal usaha.
Dengan dua karakterisitik penting yang sama-sama dimiliki, layaklah bila kartu kredit disebut sebagai “imitasi” pinjaman rekening koran. Oleh karena itu sangat dimungkinkan jika kartu kredit digunakan sebagai tambahan modal usaha. Disinilah seorang pengusaha bisa mengubah tujuan penggunaan kartu kredit: dari konsumtif menjadi produktif.

Ada kelebihan lain yang dimiliki oleh kartu kredit dibandingkan pinjaman R/K. Pinjaman R/K biasanya meminta syarat lain yaitu adanya jaminan aset fisik seperti tanah,bangunan atau kendaraan bermotor, dari debitur. Sementara kartu kredit tidak meminta debitur untuk menyerahkan aset fisik sebagai jaminan. Ini juga merupakan satu kelebihan dari kartu kredit. Selain tentu saja berbagai kelebihan untuk mengubah kartu kredit menjadi lebih produktif.
Perlu Jurus Khusus!

Seperti pesilat-pesilat dalam film kungfu, mereka menggunakan teknik-teknik tertentu ketika berhadapan dengan lawan. Penguasaan teknik yang baik, akan memberikan kesempatan lebih besar untuk mengalahkan musuh.
Demikian pula dalam mengubah kartu kredit menjadi modal usaha. Layaknya pesilat, Anda butuh jurus agar bisa menggunakan kartu kredit untuk mengembangkan usaha.

Sukses tidaknya jurus itu digunakan, tergantung bagaimana seorang nasabah kartu kredit memadukan jurus tadi dengan kondisi usaha yang dikelolanya. Perpaduan yang pas, akan sangat membantu pengusaha untuk memperoleh hasil dari penggunaan pinjaman kartu kredit.

Bagi yang punya Ipad dan android bisa men-download buku Sukses Ubah Kartu Kredit Jadi Modal Usaha disini

http://yllix.com/banner_show.php?section=General&pub=866459&format=300×250&ga=g


konsumtifDalam sebuah workshop mengenai pengelolaan keuangan keluarga beberapa waktu lalu, seorang ibu bertanya kepada saya,” Pak, saya ini sudah berusaha keras untuk bisa mengirit uang sebaik-baiknya. Tetapi, saya selalu gagal. Ada apa dengan diri saya? Apakah ini sebuah kelainan?”

Masalah yang dihadapi ibu tadi dialami oleh banyak orang. Berusaha semaksimal mungkin untuk menyisihkan uang tetapi tidak berhasil. Lebih miris lagi, kekurangan uang kerap keli terjadi.

Biasanya, uang yang mengalir deras dari kantung kita digunakan untuk hal-hal yang bersifat konsumtif. Anehnya lagi, tindakan itu dilakukan tanpa sadar dan berulang-ulang.

Nah, untuk mengatasi hal itu ada sebuah tips yang mungkin berguna untuk Anda. Tips itu saya sebut “Pengalih Perhatian”. Bagaimana caranya?

Gunakan uang Anda membeli barang yang ber-“nilai”. Anda tetap menyalurkan hasrat Anda untuk belanja, tetapi kepada sesuatu yang memiliki “nilai”.

Misalnya begini, seorang teman mengeluh uangnya selalu habis untuk biaya makan diluar rumah. Setiap bulan tidak kurang dari 2 juta uang yang dihabiskan untuk makan di restoran. Padahal, ia juga memasak makanan setiap hari. Ia mulai gelisah dengan pengeluaran yang besar hanya untuk urusan perut ini.

Ia mengkuti saran saya untuk meng-kredit mobil. Dengan cicilan sebesar 2 juta setiap bulannya, Ia “dipaksa” untuk mengalihkan perhatian dari urusan perut kepada urusan bayar tagihan cicilan mobil yang ia miliki. Keterpaksaan ini membuat ia mampu menyisihkan 2 juta sebulan untuk memperoleh sesuatu yang ber”nilai” dibandingkan habis digunakan untuk pergi ke restoran.

So, kalo Anda tidak mampu mengatasi sikap boros pada hal-hal konsumtif, alihkan perhatian dengan cara membeli sesuatu yang ber-“nilai”.

Semoga bermanfaat, selamat idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin!

Salam sempurna!


Rasa penasaran terkadang mampu membuat orang berani untuk memulai. Termasuk saya tentunya.

Terus terang saja, saya penasaran sekali dengan bisnis penerbitan. Khususnya penerbitan buku. Pertanyaan pertama yang ada dibenak saya saat itu adalah apakah saya mampu menerbitkan buku?

Sedikit pengalaman sebagai penulis buku sudah saya miliki. Saat sebagai penulis saya tidak terlalu memikirkan bagaimana buku itu diproduksi, bagaimana bisa dipajang di rak toko buku terkenal. Yang saya tahu saat itu saya hanya menerima fee dari hasil penjualan buku saya. Masalah bisnisnya? Wah mana saya tahu.

Saya lalu menantang diri saya sendiri. Untuk mencoba “naik kelas”, menjadi penulis buku sekaligus menerbitkannya. Dan..saya berhasil melewati satu fase pembelajaran itu. Sebuah buku berjudul “RAHASIA SURAT HATI”, telah siap menyapa para pembaca sekalian, termasuk Anda tentunya.

Buku ini masih baru terbit. Hingga masih harus diuji apakah pasar mau menerimanya atau tidak. Saya berjanji akan mengupas habis bisnis penerbitan ini untuk teman-teman semua.

Nah, sekarang silakan ke toko buku seperti Gramedia, Togamas, Gunung Agung dll dan jangan lupa membawa pulang buku terbitan Adora Media itu, sebuah perusahaan segede semut yang berani-beraninya menerbitkan buku ditengah gencetan perusahaan penerbitan segede gajah.

mau tau apa isinya buku ini? Yuk.. di-klik aja buku karya saya ini!

Salam sempurna !


Hari ini tanggal 28 Juli bakal ada demo besar-besaran di desa dimana saya hidup. Demonstrasi ini dipicu oleh pembangunan sebuah stasiun pengisian gas LPG dalam tabung, yang telah lama ditentang masyarakat sekitar.

Alasan masyarakat yang menentang sebenarnya sangat masuk akal. Masalah ledakan tabung gas akhir-akhir ini sangat meresahkan, lha bagaimana kalau statsiun itu bermasalah dan kemudian meledak. Apalagi lokasi stasiun pengisian itu berada di tengah pemukiman penduduk. Sangat dekat, sehingga wajar bila masyarakat cemas.

Usaha yang digagas oleh seorang pengusaha dari desa saya ini sebenarnya tidak ditentang masyarakat bila lokasinya jauh dari pemukiman penduduk. Namun sepertinya suara rakyat yang besar ini tidak diindahkan oleh sang pengusaha, hingga aksi massa keliatannya tak dapat dihindarkan.

Aksi-aksi ini kerap kita jumpai.Pertentangan antara pemilik usaha dan masyarakat dimana usaha itu berdiri kadang menjadi bumbu dalam perjalanan sebuah bisnis. Bahkan sampai terjadi kekerasan dalam penyelesaiannya.

Bagi pengusaha tentu tidak bisa main “slonong” begitu saja dalam membangun sebuah bisnis. Harus ada banyak hal yang diperhitungkan sebelum membangun sebuah bisnis. Salah satu hal penting yang hendaknya menjadi perhatian  bagi setiap pengusaha dalam membangun sebuah bisnis adalah masalah sosial benefit. Sosial benefit mempertanyakan apakah bisnis yang hendak dibangun memberikan keuntungan bagi kesejahteraan masyarakat dimana bisnis itu berada. Keuntungan tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung. Materi maupun non materi ( termasuk rasa aman ). Jika sebuah bisnis yang dibangun lebih banyak memberikan keuntungan sosial dibandingkan dampak negatif yang ditimbulkannya, maka layaklah kiranya sebuah bisnis itu dibangun. JIka sebaliknya, ada baiknya mencari jalan keluar yang lebih bijaksana.

Sejatinya, pebisnis adalah pelayan masyarakat. Maka sewajarnya jika bisnis yang dibangun mejadi  alat pelayanan yang mensejahterkan. Bukan sebaliknya. Selamat berbisnis!


Menjalankan bisnis dengan menggunakan system waralaba sebenarnya sama saja dengan menjalankan bisnis konvensional. Yang berbeda hanyalah masalah teknis operasional saja. Ketika menjalankan bisnis dengan cara waralaba tetap saja anda dituntut untuk memiliki jiwa wirausaha, keinginan kuat untuk menjalankannya serta ditujang oleh modal.

Memilih yang tepat

Sebelum anda memutuskan untuk menjalankan usaha dengan konsep waralaba, ada baiknya anda melakukan proses seleksi. Anda hendaknya memilih waralaba yang mampu mewujudkan impian-impian anda.

Beberapa tips yang bisa anda gunakan untuk memilih waralaba :

  1. Pilihlah waralaba yang benar-benar menarik minat anda.

Seandainya anda tertarik kepada seorang gadis atau pemuda ketika masa remaja dulu, apa yang anda lakukan ? Entah bagaimana caranya, tentu anda akan berusaha merebut perhatian sang gadis atau pemuda tadi bukan ? Segala apa yang anda miliki anda gunakan untuk memperoleh perhatian bahkan cintanya.

Hal yang sama akan terjadi bila bisnis waralaba yang akan anda tekuni betul-betul menarik minta anda. Anda terpesona olehnya dan berkomitmen untuk merebut manis hasilnya. Sehingga, ketika anda menjalankannya, anda memiliki banyak energi untuk melewati proses yang sedang anda alami.

2.Cari tau bisnis waralabanya.

Carilah informasi sebanyak-sebanyaknya dari waralaba incaran anda. Jangan gampang percaya dengan rumor, namun carilah data dan fakta mengenai waralaba tersebut. Salah satu kegagalan yang sering dialami oleh frenchsee ( terwaralaba)  karena kurangnya pnegetahuan mengenai waralaba yang diambilnya.

3.Analisa produknya dengan cermat

Anda tentu tidak mau rugi ketika memutuskan mengambil salah satu waralaba pilihan. Maka salah satu langkah yang perlu anda lakukan adalah melakukan analisa terhadap bisnis waralaba tersebut.

Cara sederhana yang bisa anda lakukan sebagai langkah awal dengan melihat bagaimana permintaan  orang terhadap  produk yang ditawarkan. Misalnya, seberapa sering orang makan dalam satu hari ? Seberapa sering orang membeli baju dalam satu bulan ? Seberapa sering orang pergi ke salon atau spa untuk melakukan perawatan rambut atau badan ? Seberapa banyak orang membutuhkan pendidikan computer ?

Semakin sering orang membutuhkan produk anda, semakin terbuka kesempatan untuk mengalirkan uang ke dalam bisnis anda. Pertanyaan-pertanyaan tadi mengantar anda untuk melihat permintaan calon pelanggan-pelanggan anda.

4. Pilihlah yang tumbuh

Sebelum memutuskan untuk menginvestasikan modal anda di sebuah bisnis waralaba ada baiknya anda melihat outlet-outlet yang mereka miliki. Cari tahu bagaimana bisnis itu bergulir. Bicaralah dengan terwaralaba ataupun karyawan mereka. Gali informasi sebanyak mungkin bagaimana perkembangan bisnis tersebut.

Biasanya sebuah bisnis waralab itu tumbuh atau tidak dilihat dari seberapa banyak outlet yang telah dibuka di berbagai daerah. Namun tentu saja, itu bukanlah satu-satunya tanda bahwa bisnis waralaba tersebut tumbuh. Banyak factor lain yang memngaruhi pertumbuhan sebuah bisnis. Dengan menggali informasi tadi, anda bisa memahami strategi bisnis yang franchisor lakukan untuk mengembangkan usaha.

5.  Punya strategi di masa sulit.

Banyak bisnis yang mempersiapkan diri dengan rencana bisnis yang baik di awal usaha. Namun, jarang yang mempersiapkan strategi ketika menghadapi masa-masa sulit. Temukan informasi mengenai strategy yang dimiliki oleh frenchise ketika menghadapi masa-masa sulit dalam bisnis. Apakah mereka cukup kreatif ketika menghadapi permintaan yang jenuh ? Apa yang akan mereka lakukan untuk mendongkrak penjualan di setiap outlet ?

6. Bagaimana kinerja keuangannya.

Dengan mengetahui kinerja keuangannya anda akan mengetahui rekam jejak keuangan. Bagaimana mereka mengatur keuangan serta yang lebih penting bagaimana bisnis waralaba itu memberikan anda keuntungan.

Perhatikan laporan-laporan keungan yang mereka miliki, seperti laporan laba rugi dan neraca. Bila memungkinkan minta kepada mereka laporan cashflow.

Laporan laba rugi akan melihat sejauh mana bisnis yang mereka jalankan membawa keuntungan.Sedangkan laporan neraca akan memperlihatkan kepada anda seberapa besar asset yang mereka miliki serta kewajiban yang mereka pikul. Sedangkan pada laporan aliran kas atau cashflow, akan memperlihatkan aliran uang yang masuk dan keluar.

7. Pelajari dan pertimbangkan dengan matang draft kontrak yang diajukan.

Sebelum anda menandatangani kontrak, frenchisor akan memberikan anda draft kontrak terlebih dahulu. Tujuannya agar kedua pihak bisa memahami dan akhirnya menyepakati hak dan kewajiban keduabelah pihak. Namun biasanya, isi draft dibuat oleh pemilik waralaba dan dalam kondisi baku. Artinya, sang frenchisor tidak memiliki ruang untuk melakukan negosiasi.

Lalu apa yang terjadi bila kondisi draft sudah baku ? Tentu anda tidak usah putus asa. Bagaimanapun masih ada celah untuk bernegosiasi. Cobalah negosiasikan apapun yang anda inginkan agar semuanya serba jelas dan tidak menjadi batu sandungan ketika usaha waralaba anda telah berjalan.

8.Siapa yag mengendalikannya

Siapa yang mengendalikan operasional waralaba juga perlu menjadi perhatian. Jika anda yang mengendalikan, artinya anda harus fokus dalam mengembangkan usaha ini. Bagaimana jika bukan anda pengelolanya melainkan sang pemilik wraalaba ? meski anda tidak mengendalikan anda juga harus mengembangkan fungsi mengontrol ( dengan tetap memperhatikan wewenang masing-masing pihak) dengan baik.

Investasi atau Spekulasi ?

Posted: Februari 17, 2010 in bisnis, cashflow, hutang, modal

Beberapa waktu yang lalu, dalam sebuah acara talkshow di sebuah stasiun televisi, seorang narasumber mengatakan bahwa banyak pinjaman bank digunakan oleh debitur untuk berinvestasi di saham. Sehingga, ketika lantai bursa saham gonjang-ganjing karena rontoknya harga-harga saham, banyak kreditur yang terlilit utang.

Saya lantas mengkonfirmasi seorang sahabat yang biasa berinvestasi saham di lantai bursa. Menurut pengakuannya, tidak sedikit investor yang menggunakan pinjaman bank untuk melakukan investasi saham. “Yang penting kita tau betul dengan saham yang mau kita beli, dan sanggup untuk membayar utang tidak masalah,” jelasnya kepada saya.

Banyak pendapat yang mengatakan bahwa menggunakan utang untuk berinvestasi di saham atau instrumen lainnya seperti reksadana, margin trading dan lain sebagainya bukanlah tindakan investasi melainkan sebuah tindakan spekulasi. Sebuah tindakan yang berisiko tinggi dan dapat menghilangkan seluruh asset dalam sekejap.

Supaya kita tidak terjebak dalam sebuah pandangan yang kabur mengenai hal ini, maka ada baiknya kita sedkit mengupas mengenai apa itu investasi, spekulasi dan kaitannya dengan penggunaan utang.

Seperti yang telah kita pahami, secara sederhana investasi diartikan sebagai pembelian suatu aset dengan harapan diwaktu depan nilai dari aset yang kita beli dapat meningkat sehingga kita dapat memperoleh keuntungan. Keuntungan merupakan sebuah kompensasi dari risiko dan waktu yang kita tanggung.

Dari definisi di atas jelas bahwa setiap investasi mengandung risiko. Hanya saja tingkat risikolah yang membedakan sebuah investasi dengan investasi lainnya. Risiko berinvestasi di deposito tentu lebih rendah dibandingkan berinvestasi di saham. Karena di Indonesia, setiap deposito dan tabungan yang mengikuti program penjaminan simpanan dijamin oleh pemerintah. Namun, kesempatan anda memperoleh keuntungan dari investasi di deposito misalnya, kemungkinan lebih rendah dibandingkan investasi saham.

Arti spekulasi

Banyak cerita yang menyajikan kesedihan tentang beberapa investasi “bodong”. Sebuah permainan uang ( money game ) yang berbungkus investasi. Anda setor sekian juta bisa menghasilkan keuntungan puluhan bahkan ratusa persen dalam waktu singkat. Siapa coba yang tidak „ngiler“ melihat duitnya berkembang biak ratusan persen dalam waktu singkat.

Namun begitulah akhir dari kisah investasi „bodong“, hilangnya aset yang kita miliki. Yang tersisa hanyalah penyesalan. Apa sebetulnya yang salah ?

Benyamin Graham, guru dari suhu nya para investor Warren Buffet, mengakatakan demikian mengenai investasi :

an operation which, upon thorough analysis, promises safety of principal and an adequate return. Operations not meeting these requirements are speculative“.

Kalau diartikan dalam bahasa Indonesianya kira-kira demikian :

Sebuah cara kerja melalui analisa yang mendalam menjanjikan keamanan modal pokok dan tingkat keuntungan yang layak atau wajar. Operasi tanpa melibatkan persyaratan tersebut adalah spekulasi.

Dari pernyataan Benyamin di atas ada 3 unsur penting yang perlu diperhatikan oleh setiap investor :

  1. Menganalisa dengan cermat.

Ini dasar dari investasi. Sebelum anda meletakkan telur (aset anda ) dalam keranjang (produk investasi) anda perlu mengetahui seberapa baiknya keranjang tersebut. Anda perlu menganalisanya lebih cermat.

Apapun bentuk investasi yang anda pilih,  anda harus melakukan analisa yang mendalam. Bagaimana uang anda bisa berkembang ? Bagaimana prospeknya ? Apa risiko terburuk yang anda hadapi ? Langkah apa yang harus anda lakukan bila investasi anda merugi ? Apakah investasi ini mengganggu keuangan anda ? Apa yang harus anda lakukan ? Pertanyaan-pertanyaan ini seyogyanya menjadi alat bagi kita untuk melakukan analisa.

Data mengenai keranjang investasi perlu kita cari dan dapatkan. Data terseut kemudian dianalisa serta dipelajari. Pelajari kinerja-kinerja terdahulu, meskipun kinerja terdahulu kadang tidak mempengaruhi kinerja masa kini, namun setidaknya ada hal yang bisa didapat dari kinerja masa lalu.

Fact finding juga perlu dilakukan. Pencarian fakta untuk memperkuat dugaan bahwa keranjang investasi anda benar-benar nyata dan bekerja menghasilkan keuntungan. Tanpa fakta anda hanya berinvestasi berdasarkan rumor alias „katanya“. Bagaimana mungkin meletakkan aset anda dalam sebuah atau banyak keranjang investasi hanya bersandar pada rumor ?

Dulu saya sering ditawari peluang investasi untuk usaha yang dilakukan oleh teman. Beberapa teman datang dan menceritakan usaha yang mereka jalankan. Karena butuh modal, mereka meminta saya menanamkan uang pada usaha tersebut.

Karena teman dan modal percaya serta iming-iming return yang cukup tinggi, saya memberanikan diri untuk berinvestasi. Seluruh tabungan yang saya miliki saya investasikan dengan harapan memperoleh return yang dahsyat ! Padahal saya tidak paham benar bisnis yang mereka lakukan.

Singkat cerita, pembayaran hasil usaha hanya bertahan 2 bulan. Setelah itu usaha tak lagi berjalan. Modal saya pun ikut menguap dan belum tertutupi oleh return yang saya terima. Tindakan saya ini merupakan contoh tindakan sepekulasi dalam berinvestasi. Maunya untung , malah buntung.

2. Semampunya menjaga agar modal pokok aman.

Aset yang anda investasikan sama seperti sapi perah di peternakan. Setiap hari sang peternak memerah sapi untuk diambil susunya. Susu tersebut dijual dan peternak memperoleh uang hasil keuntungan.

Tugas utama sang peternak adalah memastikan bahwa sapi baik-baik saja. Tidak sakit bahkan mati. Jika mati, maka peternak tidak lagi memperoleh susu bahkan asset berupa sapi pula turut hilang.

Tugas utama kita adalah menjaga modal pokok investasi kita tidak hilang. Aspek hokum perlu untuk memastikan hak dan kewajiban kita sebagai investor. Perjanjian yang dibuat antara investor dan investee (?) haruslah terang benderang. Tidak ada yang ditutupi hingga datanglah sesal kemudian hari. Bila perlu mintalah saran profesional untuk memastikan hal ini.

3. Menerima keuntungan yang layak.

Ujung dari investasi adalah memperoleh return. Seberapa besar return yang dijanjikan, langsung maupun tidak kerap menjadi jebakan dalam pengambilan keputusan investasi.

Anda sering mendengar,“ Hai, disana ada investasi bagus, hasilnya bisa 1000% lho“. Atau ketika anda membaca koran terdapat begitu banyak tawaran investasi yang berseliweran. Tentu dengan iming-iming return yang tinggi.

Kita juga dapat bertanya berapa sih sebenarnya keuntungan yang layak ? Seberapa besar keuntungan yang dihasilkan oleh sebuah bisnis tergantung dari banyak hal. Bidang apa yang digelutinya ? Tingkat persaingan usaha, penentuan harga , kondisi ekonomi dan lain sebagainya. Sekali lagi untuk mengetahui return yang wajar kita harus banyak mencari data dan informasi.

Bisnis makanan misalnya, dari beberapa pengalaman para sahabat yang menjalankan bisnis ini mampu meraup laba kisaran 50% dari penjualannya. Bisnis fashion pun setali tiga uang. Para peritel bisa mengambil untung di atas 50%.

Amir Fauzi, pemilik Jihadi cloting yang berbisnis busana muslim secara online, mengakui bahwa dalam sebulan ia mampu meraup omset sebesar 150 juta. Omset tersebut menghasilkan laba bersih sebesar 30%. (Tabloid peluang bisnis ). Dalam momen tertentu omset dan laba bersih dapat meningkat.

Perhatikan dengan cermat penawaran investasi yang menawarkan return tinggi dengan risiko rendah. Hal itu tentu melawan hukum investasi yang berkata sebaliknya : setiap investasi yang memberikan return tinggi akan memiliki risiko yang tinggi pula.

selamat berinvestasi !

Bagi yang punya ipad dan android bisa download ebook saya:
BERANI UTANG UNTUK INVESTASI PASTI UNTUNG!


cara-buat-kartu-kreditAnda pernah memperoleh tawaran menarik mengenai pembayaran tagihan kartu kredit ? Kata-kata yang biasanya akan kita terima seperti ini : kami membantu anda menyelesaikan masalah kartu kredit anda secara legal. Bebas bunga lagi ! Betulkan demikian ? Apakah mereka, mampu menyelesaikan masalah tagihan kartu kredit anda, bahkan tanpa terkena bunga ? Secara legal lagi. Kalo iya gimana caranya ya.

Kali ini  Saya akan menguak cara mereka membantu menyelesaikan masalah tagihan kartu kredit. Benar salahnya, kembali kepada anda.

Mereka punya legalitas Usaha

Ya, mereka yang berjanji membantu anda  tersebut memang memiliki legalitas usaha dalam menjalankan usahanya. Punya ijin usaha, NPWP dan lain sebagainya. Biasanya mereka berbentuk badan usaha seperti PT,CV bahkan UD. Apapun usahanya, mereka berbadan hukum.

Punya Mesin Canggih (EDC)

Legalitas saja tidak cukup. Mereka harus memiliki alat transaksi keuangan. Apa itu ? Namanya EDC alias Electronic Data Capture. Kalo anda berbelanja di mall atau supermarket namun tidak membawa uang tunai, anda bisa menggesek kartu ATM atau Kartu Kredit anda. Nah, mesin gesek itu namanya EDC.

Mereka yang membayar tagihan anda secara full

Jika seluruh tagihan kartu kredit anda dibayarkan sebelum  tanggal jatuh tempo. Apa yang terjadi? Tentunya anda terbebas dari bunga. Nah, perusahaan ini akan membayarkan seluruh tagihan kartu kredit anda sebelumnya jatuh tempo. Istilahnya ,tagihan anda mereka yang talangi dulu.

Setelah mereka membayarkan seluruh kartu kredit anda. Mereka akan menggesek kartu kredit anda. Uangnya akan masuk ke dalam rekening mereka. Dalam tahap ini, utang anda akan muncul kembali dalam tagihan kartu kredit sebesar tagihan awal sebelum ditutup. Sebagai contoh, jika tagihan yang ditutup 3 juta, maka setelah digesek akan muncul kembali tagihan kartu kredit anda sebesar 3 juta. Tidak lebih tidak kurang.

Anda bayar Fee

Setelah selesai, anda diminta membayar fee. Besarnya berkisar 3-5%. Bahkan ada yang berani meminta hingga 10%. Buat apa fee itu? Tentu sebagian untuk keuntungan mereka , sebagian lagi untuk membayar adminstrasi di bank pemilik EDC tadi.

Ya. Bank meminta fee untuk setiap aktivitas menggesek dimesin EDC. Coba anda perhatikan jika anda berbelanja di sebuah toko yang mengenakan fee sebesar 2%-3% setiap menggesek kartu kredit dimesin EDC mereka. Sebenarnya fee ini dibebankan kepada merchant atau toko. Namun seringkali oleh merchant ,biaya fee dibebankan kepada pembeli.

Seharusnya anda membayar bunga lebih murah

Nah, keuntungan dari cara ini adalah ketika anda menyicil pinjaman kartu kredit anda bulan selanjutnya. Seharusnya bunga yang dibayarkan kepada penerbit kartu kredit lebih rendah jika dibandingkan dengan menarik tunai uang anda di ATM. Kok bisa ? Bisa, karena anda oleh penerbit kartu kredit dianggap membeli produk dari perusahaan atau toko yang membantu anda. Jadi bunga yang ditetapkan adalah bunga beli produk bukan bunga tarik tunai. Bunga tarik tunai biasanya lebih mahal dibandingkan dengan bunga pembelian barang.

Bisa untuk usaha

Ya, walaupun agak ribet, namun jujur saja cara ini bisa digunakan untuk modal usaha. Dengan cara yang sama, anda cukup membayar fee saja sebesar yang diberikan merchant. Laba yang anda peroleh harus berada di atas fee tersebut setiap bulannya.

Saya tidak merekomendasikan untuk hal-hal yang bersifat konsumtif.

Buat yang mau mengetahui cara mudah mengubah kartu kredit jadi modal usaha, bisa klik disini

http://yllix.com/banner_show.php?section=General&pub=866459&format=300×250&ga=g


Banyak sahabat yang mengeluh betapa kian sulitnya mengatur keuangan akhir-akhir ini. Biaya hidup yang terus membumbung, sementara penghasilan cenderung tetap memaksa setiap orang untuk mencari tambahan penghasilan. Kalaupun mampu mencari penghasilan tambahan, hasilnya hanya pas menutupi pengeluaran. Tak ada uang tersisa untuk menabung apalagi berinvestasi.

Padahal menabung dan berinvestasi merupakan cara kita untuk menghadapi masa depan. Istilahnya sedia payung sebelum hujan. Kalau tidak siap payung kita bisa kehujanan lantas kemudian sakit.

Pertanyaan yang sering menghinggapi benak banyak orang adalah mengapa penghasilan kita selalu kurang. Padahal kita bekerja sudah mati-matian , selalu saja kekurangan.

Pengalaman saya mengatakan , seberapapun besar penghasilan yang kita peroleh sejatinya itu sudah cukup. Bahkan berlebih. Hanya masalahnya adalah bagaimana kita mengaturnya. Saya senang menggunakan contoh orang yang menggunakan senjata. Pisau yang sederhana bila dipegang oleh orang yang trampil mampu juga menjadi alat yang ampuh. Jadi tidak harus menggunakan M-16 atau bahkan bazzoka.

Salah satu cara yang dulu saya gunakan untuk keluar dari krisis keuangan adalah hidup dari 80% gaji saya. Nah, anda mungkin bertanya kok bisa ? Bisa, hanya mengubah cara pandang kita mengenai uang yang kita peroleh dan uang yang kita keluarkan.

Kita sering terjebak dengan pikiran :

  • akh..ini uang aku yg cari, jadi menghabiskannya untuk sedikit bersenang-senang adalah hal yang wajar.
  • Gaji saya masih cukup untuk ngangsur beberapa barang keinginan saya.
  • Saya masih cukup muda untuk mencari pekerjaan dengan gaji tinggi.
  • dan anda boleh tulis segala alasan untuk menghabiskan pendapatan anda.

Memaksa Diri

Betul , memaksa diri untuk mengatur keuangan memang perlu. Saya memaksa diri saya untuk hidup dari 80% gaji saya. 20% penghasilan , saya anggap hilang dengan berinvestasi ( bukan menabung. waktu itu saya belikan emas).

Bulan pertama memang sulit hidup dengan 80% gaji. Namun saya tidak boleh kalah dengan diri saya sendiri. membeli yang bisa saya tunda, saya tunda. Saya menulis semua rencana pengeluaran saya. Pengeluaran yang bisa saya kurangi saya kurangi.

Kesulitan beradaptasi melalui proses memaksa diri hanya terasa 3 bulan pertama. Setelah itu, saya merasa terbiasa dan bahkan lebih bahagia rasanya. Ketika tanggal tua menyergap, saya masih punya tabungan dan investasi. rasanya tenang di hati. Bekerja dengan tenang membuat saya fokus dan bahkan bisa mencari penghasilan tambahan yang dapat digunakan untuk menambah tabungan dan investasi.

Kini setelah menjadi pengusahan kecil, ilmu itu tetap saya gunakan. Hasilnya ? Puji Tuhan, saya mampu mencetak banyak aset dalam neraca keuangan saya. Darimana iut semua ? Dari proses latihan memaksa diri dan meminta Tuhan menguatkan niat dan tindakan saya.

Kalau memang cara ini bisa anda gunakan, silakan diterapkan. Kalau awal-awal sulit, jangan menyerah. Lakukan dengan tekun. Anda pasti bisa !

Salam sempurna !


Satu-satunya cara agar kita bisa memiliki pengetahuan mengenai bisnis ini hanyah BELAJAR ! Sengaja saya tulis besar kata Belajar agar memperoleh perhatian besar dari anda.  Lantas , bagaimana caranya ?

1. Carilah mentor bisnis !

Anda pernah nonton film kungfu mandarin ? Biasanya sang jagoan tidak bisa apa-apa di awal film. Jika bertemu dengan musuh , sudah dapat dipastikan ia akan kalah.Dihajar habis-habisan.

Ditengah kesulitan , akan muncul satu tokoh guru yang bersedia mengajarkannya jurus-jurus silat. Sang jagoan akan dilatih untuk memperkuat fisiknya, memahami jurus andalan sang guru, kemudian mempraktekannya. Setelah dirasa cukup mumpuni, sang jagoan pamit kepada sang guru dan “turun gunung” untuk menjalankan misinya.

Sama seperti jagoan di film silat mandarin, kita juga butuh guru alias mentor. Mentor tidak harus orang yang berkecimpung dibisnis yang anda ingin geluti, ia bisa saja memiliki bisnis apapun.  Namun yang pasti  anda bisa meminta saran dan pendapatnya.

Mentor yang baik akan membimbing anda untuk belajar. Ia tidak segan-segan menurunkan ilmunya pada anda. Akhirnya , semua tergantung kepada kemampuan dan kemauan anda untuk belajar.

Saya punya banyak mentor yang dengan segala kelebihan dan kekurangannya , mendidik saya menjadi seorang pengusaha. Mereka masing-masing memiliki kelebihan. Kelebihan merekalah yang saya serap , kemudian saya praktekkan.

Ada mentor saya yang hebat dalam mengatur keuangan. Saya belajar darinya bagaimana cara mengatur keuangan bisnis. Mulai dari mengatur cashflow, persediaan barang , hingga tetek bengek lainnya. Ada juga yang mahir dalam membangun hubungan dengan partner bisnis. Kemampuannya dalam membangun kepercayaan, layak diacungi jempol. Banyak tips yang bisa saya kembangkan untuk membangun bisnis.

Saran saya ,Temukan mentor anda sebelum anda terjun dalam bisnis apapun!

2. Belajar dari “ahlinya”.

Ada sahabat atau saudara anda yang berprofesi dibisnis yang ingin anda geluti? Misalnya anda ingin membangun bisnis bahan bangunan. Apakah anda memiliki sahabat atau saudara  yang paham dengan bisnis bahan bangunan ? Bila anda memilikinya, sebuah keberuntungan sudah anda miliki.

Saya belajar banyak dari orang-orang yang paham dengan bisnis bahan bangunan. Salah satunya adalah teman-teman salesman yang sering datang mengunjungi toko.

Biasanya bila hubungan yang kita bangun dengan mereka baik, banyak informasi yang bisa kita peroleh dari mereka. Mulai dari kualitas barang, informasi pasar, hingga produk apa yang akan segera muncul di pasaran. Tak jarang, harga toko sebelahpun bisa kita ketahui melalui teman sales ini.

Dalam suatu kesempatan seoarang teman sales mengatakan kepada saya bahwa perusahaannya akan menjual sebuah produk cat dengan merek yang masih baru. Ia membawa sample produk dan memberikan saya informasi mengenai produk baru tersebut. Kualitas yang ditawarkan ternyata sama dengan produk sejenis yang telah menjadi market leader. Hanya saja, karena merek yang masih baru, produk ini belum begitu dikenal konsumen. Meskipun harga yang ditawarkan berada di bawah produk market leader alias lebih murah.

Setelah saya yakin dengan kualitas produk cat tersebut. Saya mengajukan penawaran kepada rekan sales tersebut. Saya mengatakan kepadanya bahwa saya akan menjual produk tersebut, dan melakukan pembelian lumayan banyak dengan syarat : dalam radius 10 km tidak ada yang boleh menjual produk tersebut selain saya. Kedua, saya meminta kepadanya untuk menyediakan spanduk atau brosur untuk membantu pemasaran. Setelah ia berdiskusi dengan pimpinannya, akhirnya penawaran saya disetujui.

Belajar dari orang yang paham atau memiliki skill dibidangnya, merupakan cara belajar yang cepat. Bila anda pintar membangun hubungan, akan ada banyak informasi, yang mungkin pesaing anda tidak mengetahuinya.

3. Belajar dari pesaing !

Mungkin anda berpendapat bahwa saya sudah gila menulis ini. Belajar dari pesaing. Bagaimana mungkin , kita bisa belajar dari “musuh” ?

Saya tidak gila, bahkan seratus persen sadar ketika menulis ini. Sejatinya, tidak ada musuh dalam berbisnis. Hanya pandangan kita bahwa toko sebelah atau perusahaan tetangga yang menjual barang sejenis adalah musuh kita. Tidak, saya tidak sepakat dengan pandangan itu.

Jika kita masih memiliki pola pikir “musuh” terhadap pesaing, maka kita tidak akan pernah memperoleh apapun dari sebuah persaingan. Padahal persaingan adalah salah satu cara yang dibuat oleh alam semesta untuk membuat anda semakin lebih cerdas, cermat dan cekatan dalam menghadapi kehidupan. Termasuk kehidupan bisnis anda.

Bila toko atau usaha pesaing  kita jauh lebih ramai dan maju, anda harus belajar darinya. Salah satu cara yag saya gunakan adalah menanyai pelanggan yang pernah belanja di pesaing tersebut. Apa kelebihannya ? Apa kekurangannya ? Apakah usaha pesaing memberikan harga yang lebih murah ? Lebih cepat dalam menghantarkan pesanan ? atau lebih ramah dalam melayani ? Catat dan pelajari informasi tersebut. Tutup kelemahan lawan dengan kelebihan yang anda miliki dalam bisnis anda.

Saya sering menjumpai, kebanyakan pelanggan memberikan informasi bahwa toko sebelah lebih murah dibandingkan harga produk sejenis yang dijual di toko. Ada dua kemungkinan akan informasi tersebut. Pertama, informasi tersebut benar bahwa harga pesaing lebih murah. Atau yang kedua, pelanggan ingin memperoleh harga yang lebih murah lagi hingga ia melakukan bluffing. Singkatnya, kita harus hati-hati menerima informasi mengenai pesaing.

Selamat Belajar !

Salam sempurna !


timbanganCap ekonom neoliberalis saat ini sedang ramai-ramainya ditunjukkan pada Pak Boediono. Calon wapres pilihan Pak SBY ini , belakangan sibuk melakukan tangkisan tuduhan-tuduhan dari berbagai pihak terhadap dirinya.

APa toh neoliberalisme itu ? Lantas apa pula ekonomi kerakyatan yang menjadi lawan dari paham neoliberalisme. Layakkan mereka disandangkan pada Indonesia ?

Neoliberalisme jika ditilik dari artinya ( wikipedia ) merupakan paham ekonomi yang menyerahkan seluruh aktivitasnya pada pasar bebas. Artinya tidak ada seorangpun termasuk pemerintah yang boleh campur tangan terhadap pasar. Pasar dibiarkan bergerak semaunya tanpa intervensi apapun.

Kritik terhadap neoliberalisme mengacu pada : manusia ataupun negara di dunia ini tidak memiliki kemampuan yang sama. Akhirnya : yang kuat semakin kuat, yang lemah semakin lemah.

Ekonomi kerakyatan ditandingkan dengan neloliberlisme. Ekonomi kerakyatan merupakan paham dimana perekonomian bersandar pada pelaku-pelaku usaha kecil menengah ( UKM ). Artinya para pelaku UKM ini yang memberikan kontribusi pada perekonomian kita.

Harus diakui ketika ekonomi kita mengalami krisis, UKM adalah bumper perkonomian kita. Mereka kuat ditengah limbungnya kondisi ekonomi yang tengah sekarat.

Saya tidak setuju neoliberalisme diterapkan dinegeri ini. Namun kita juga tidak menutup mata bahwa dunia telah berubah. Globalisasi telah melanda semua penjuru dunia. Nah inilah yang harus kita gunakan sebaik mungkin. Gimana caranya menggunakan uang-uang yang berkeliaran untuk membangun UKM. Bagaimana caranya pemerintah menggunakan powernya untuk menciptakan kondisi bisnis yang kondusif bagi UKM. Gimana caranya lagi, uang-uang yang ngendon di SBI bisa digunakan di sektor riil.

Tapi saya memilih untuk mengoreksi diri. Bagaimana caranya supaya kita, para pelaku UKM bisa bahu membahu membangun UKM yang kuat. Hingga mampu menjadi pondasi bagi bangsa ini. Saya kira masalah UKM tidak hanya berkutat pada tingginya bunga pinjaman atau sulitnya memperoleh kredit bank, namun lebih jauh dari itu, mampukah para UKM membangun kredibilitas dirinya menggunakan uang orang lain. Menjadi pribadi-pribadi yang dapat dipercaya, jujur dan ulet harus kita mulai saat ini.

So, para UKM’ers..bersiaplah menjadi pemenang di era wave ini. Kita harus menggunakan kesempatan apapun yang kita miliki untuk membangun bisnis kita. Buka dan buka lagi usaha yang bisa kita lakukan, agar supaya saudara-saudara yang masih menganggur dapat bekerja.

Kepalkan tangan ! Rapatkan barisan ! Mari berusaha !

Salam sempurna !