LABA VS CASH

Posted: November 15, 2008 in cashflow
Tag:

images13Seorang sahabat pernah mengeluh kepada saya. Ia heran, sebenarnya usaha yang ia jalankan sangat menguntungkan. Bahkan untuk ukuran sekarang, dimana trend bisnis menunjukkan penurunan margin laba, usahanya masih menghasilkan margin laba yang lumayan. Keheranannya terjadi karena ia selalu saja terjebak pada permasalahan tidak tersedianya uang cash pada saat dibutuhkan.

Tampaknya sahabat yang satu ini sedang mengalami masalah cashflow atau aliran kas. Dimana kemungkinan besar yang terjadi adalah uang yang ia peroleh dari bisnisnya (cash inflow) lebih kecil dibandingkan dengan uang yang ia bayarkan untuk menjalankan bisnisnya seperti :membayar supplier,membayar gaji pegawai, membayar pajak, pokok&bunga pinjaman bank dan pengeluaran lainnya. Bila cash inflow lebih kecil dibandingkan cash outflow, maka seberapapun profitable-nya suatu bisnis, ia bisa terjungkal.

Keheranan ini sebenarnya tidak perlu terjadi bila kita memahami bahwa :

PROFIT CASH

Laba atau profit diperoleh dari penjualan produk dimana harga jual diatas biaya yang kita keluarkan untuk membuat produk tersebut.Sedangkan uang tunai atau cash diperoleh dari aliran uang yang masuk ke dalam brankas uang kita melampaui aliran uang yang kita keluarkan.

Apabila aliran uang yang kita terima lebih besar dari aliran uang yang kita keluarkan maka kita memiliki cashflow yang positif. Namun apabila sebaliknya, maka negative cashflow yang kita dapatkan.

Supaya lebih mudah mari kita berandai-andai. Pak Muklas menjual produk kesehatan sebesar 5 juta rupiah dengan keuantungan 1 juta rupiah pada perusahaan A. Namun Pak Muklas baru bisa mencairkan uangnya dalam tempo 1 bulan. Dua minggu setelah produk tersebut di jual, pihak supplier menagih pembayaran sebesar 4 juta rupiah. Pertanyaannnya, mampukah pak muklas membayar tagihan tersebut ? Jawabannya, jika Pak Muklas tidak memiliki uang cadangan uang tunai maka kemungkinan besar ia tak mampu membayar tagihannya. Sebab penjualan produk tersebut pada perusahaan A belum mampu tertagih. Akibatnya, Pak Muklas harus mencari uang tambahan untuk menutupi tagihan tersebut.

Bayangkan apa yang terjadi pada suatu usaha bila terus menerus sepanjang waktu dipusingkan oleh masalah ketersediaan uang tunai. Banyak perusahaan yang mampu mencetak profit besar namun terkapar karena tidak memiliki cash ! Oleh sebab itu kita harus mampu mengelola uang dengan mengelola aliran uang atau CASHFLOW.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s