PENTINGNYA BEBAS DARI UTANG BURUK !

Posted: November 10, 2008 in hutang
Tag:

images52

Ketika saya masih bekerja sebagai seorang credit officer disalah satu bank swasta di republik ini, saya diminta mengikuti sebuah training singkat mengenai produk pinjaman yang akan diluncurkan. Sebelumnya, saya mendengar bahwa produk ini merupakan produk pinjaman yang menjanjikan banyak kemudahan. Sebagai seorang yang selalu berurusan dengan nasabah, saya antusias untuk mengikutinya. Bukan semata-mata karena kewajiban, tapi karena saya harus bisa memberikan added value bagi nasabah saya. Calon pengguna produk ini.

Training berjalan lancar dan sangat dapat dinikmati. Tapi ada satu hal yang mencuri perhatian saya yaitu mengenai kesejahteraan nasabah. Salah satu topik yang ditekankan dalam pelatihan tersebut adalah bagaimana membuat kehidupan nasabah menjadi lebih sejahtera. Intinya, produk pinjaman yang akan kami pasarkan hendaknya mampu mensejahterakan para nasabah. Mensejahterakan ? kok bisa hutang mensejahterakan. Kebanyakan kasus utang malah berubah menjadi sebuah beban.

Terus terang, pelatihan tersebut membalikkan pandangan saya tentang utang. Meskipun saya bekerja dibidang perbankan, saat itu saya memliki pandangan yang skeptis mengenai utang. Dengan pengalaman saya yang buruk, saya mendeklarasikan bahwa hidup saya harus lepas dari jerat utang. Tapi setelah dipikir apa iya hidup bisa lepas dari utang ? Suatu saat saya mungkin “terpaksa” harus berutang kan !

Kesejahteraan debitor (peminjam hutang) sebenarnya tergantung dari bagimana kondisi utangnya tersebut. Jika utangnya baik-baik saja, dalam artian ia mampu mengangsur dengan baik dan tidak memberatkan keuangannya , maka kemungkinan besar ia bisa hidup sejahtera. Tapi sebaliknya, jika utang yang diambilnya berujung pada kesusahan, ya sudah pasti bukan kesejahteraan yang tiba, tapi kesusahan yang datang.

Utang yang buruk atau bahasa kerennya bad debt merupakan situasi dimana debitor tidak mampu menjalankan kewajibannya untuk melunasi utang-utangya. Banyak factor yang menyebabkan utang anda menjelma menjadi bad debt. Kehilangan pekerjaan, anda menderita sakit, perilaku yang konsumtif dan materialisme, penyalahgunaan kredit hingga kebiasaan mengemplang utang. Kebanyakan kondisi-kondisi tersebut yang akan membawa anda dalam utang yang buruk.

Sekarang bayangkan apabila anda menjadi seorang pengusaha. Bank bersedia memberikan anda pinjaman modal kerja sebesar 1 milyar rupiah. Sebenarnya utang itu untuk memenuhi modal kerja perusahaan dalam rangka memenuhi kebutuhan operasional perusahaan. Tapi sebagian besar utang tersebut anda gunakan untuk membeli mobil mewah buatan eropa keluaran terbaru dan rumah yang lumayan mentereng. Tiba-tiba, badai menerpa bisnis anda. Krisis datang, perusahaan terpaksa merumahkan karyawan, operasional terhenti, pendapatan turun tajam. Padahal selain utang bank anda pun memiliki banyak utang dari berbagai pihak dan telah jatuh tempo. Bisa dibayangkan, kondisi keuangan siap-siap untuk meledak.

Jadi intinya, kalau anda mau hidup sejahtera dengan utang, jauhkan diri anda dari hutang yang buruk. Hutang yang mampu membawa anda dalam situasi keuangan yang sulit. Yang pada akhirnya, jika tidak dapat dikendalikan dapat berubah menjadi situasi kehidupan yang sulit.

Ada bebarapa alasan mengapa anda harus menjauhkan diri utang yang buruk. Begini alasannya :

Pertama, hutang yang buruk akan menurunkan kualitas hidup anda sekeluarga di masa depan. Misalkan, pendapatan anda sebenarnya belum mampu mengangsur sebuah mobil Mercedes Benz keluaran terbaru seri apapun. Taruhlah anda baru mendapat bonus penjualan akhir tahun. Cukuplah untuk uang muka. Tinggal bayar, dan Mercedes nangkring di garasi anda. Para tetangga berdecak kagum melihat mobil baru anda.

Setelah itu anda mulai mengangsur. Karena sebenarnya belum mampu, anda harus mengencangkan ikat pinggang. Sangking kencangnya ikat pinggang yang anda kenakan, pendidikan anak terlupakan. Anda tidak mampu menyisihkan pendapatan untuk tabungan pendidikannya kelak. Padahal anda paham, di Indonesia ini, dari hari ke hari biaya pendidikan semakin mahal. Dalam kasus ini, saya menganggap anda telah menggadaikan masa depan putra anda sendiri. Kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang baik telah diabaikan. Bukankah ia berhak atas pendidikan yang baik ?

Anda tentu masih ingat bagaimana Indonesia harus berjuang keluar dari cengkraman organisasi kreditor kakap bernama International Monetary Fund ( IMF ). Krisis ekonomi memaksa kita meminjam dana dari mereka cukup besar. Hitung punya hitung angsuran pokok dan bunga yang harus kita bayar tiap tahunnya kepada merekapun cukup besar. Belum lagi ,menurut beberapa ekonom, dana yang mereka pinjamkan tidak memiliki efek positif untuk kesejahteraan masyarakat. Akhirnya, sebagian besar APBN kita digunakan untuk mencicil pokok plus bunganya yang jumlahnya yang lumayan besar. Seharusnya, dana itu dapat digunakan pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur lainnya. Tapi apa boleh dikata saat itu kita memang terdesak, dan terjebak dalam pusaran utang.

Sama halnya dengan anda. utang yang buruk akan “menguras” pendapatan anda. Sebagian pendapatan yang seharusnya digunakan untuk sesuatu yang memiliki nilai bagi hidup anda, terpaksa digunakan untuk “nombokin” cicilan pinjaman. Efeknya seperti yang sudah saya utarakan, kualitas hidup anda di masa depan bisa menurun.

Kedua, Hutang yang buruk dapat mengganggu hubungan anda dengan orang terdekat anda. Suatu ketika paman saya pernah mengeluh. Ia mengatakan hidupnya semakin berat akhir-akhir ini. Utangnya yang banyak telah membuat suasana rumahnya menjadi “panas”. Ia tak habis pikir, perkawinannya yang dibangun sekian puluh tahun berada diujung tanduk hanya karena masalah utang. Ia mengaku menggunakan utang untuk tujuan yang salah tanpa sepengetahuan istrinya. Ketika usahanya mengalami penurunan, ia mulai kehabisan tenaga untuk membayarnya. Satu persatu asset yang dimiliki sudah dijual untuk melunasi hutang-hutangnya. Dan sekarang, ia terancam kehilangan harta yang paling berharga yaitu keluarganya.

Ya, hutang yang buruk bisa menimpa anda kapan saja. Tidak perduli bagaimana kondisi kehidupan anda saat ini atau sudah berapa lama usia pernikahan anda. Ia bagai angin tornado yang datang dengan tiba-tiba dan meluluh lantakan apa yang ada didepannya. Semua yang sudah tertata dengan baik dapat hancur dengan sekejap.

Hidup dibawah tekanan utang membuat seseorang menjadi tertekan. Disadari maupun tidak disadari, kondisi tersebut lambat laun akan mempengaruhi hubungan anda dengan orang disekeliling anda.

Ketiga, Anda membayar sangat besar dari nilai riil yang harus anda bayar . Sengaja saya mencetak kata “sangat besar” dengan font besar. Saya ingin menunjukkan kepada anda betapa sesuatu yang anda peroleh dari utang akan menjadi besar nilainya dibandingkan nilai riilnya.

Misalnya begini, anda membeli sebuah kamera digital seharga 1 juta rupiah dengan bunga flat 2% per bulannya. Jangka waktu yang anda pilih adalah 10 bulan. Berarti setiap bulan anda harus membayar angsuran pokok plus bunga sebesar 120 ribu selama 10 bulan. Saat hutang anda lunas, total biaya yang anda keluarkan untuk memperoleh sebuah kamera digital sebesar 1, 2 juta.

Setelah 2 kali mengangsur anda mengalami kesulitan keuangan dan mengemplang utang. Lalu, debt collector datang menemui anda dan meminta anda melunasi sisa pokok pinjaman plus bunga yang belum dibayar plus denda. Setelah dihitung anda harus membayar seluruh tagihan tersebut (setelah ditambah 2 kali angsuran sebesar 240 ribu), katakanlah, 1,6 juta. Berarti, anda harus menambah nilai barang tersebut sebesar 400 ribu rupiah dari harga normal sebesar 1,2 juta. Kalau kita jumlahkan nilai barang anda “melar” sampai 33% ( 1,6 juta – 1,2 juta / 1,2 juta ).

Jadi apabila anda memiliki hutang yang buruk maka sebenarnya harga yang anda peroleh untuk menikmati barang atau jasa yang anda beli berada di atas harga normal.

Faktor yang mempengaruhi meningkatnya nilai barang yang anda beli ketika terjadi hutang yang buruk adalah tingkat bunga dan waktu. Semakin lama anda mengangsur semakin membangkak total angsuran yang harus anda bayar. Otomatis, karena bunga yang anda bayar pun semakin banyak. Belum lagi jika nilai bunga yang menjadi kewajiban anda memang sudah tinggi. Kartu kredit misalnya. Pinjaman dengan kartu kredit memiliki bunga yang cukup besar. Saat ini rata-rata bunga kartu kredit berada di kisaran 2,5% hingga 3,5% per bulan. Dengan bunga setinggi itu, bukan sesuatu yang mengherankan jika terjadi ketidakmampuan bayar maka total tagihan anda bisa membengkak 2-3 kali dari nilai pinjaman anda semula.

Keempat, hutang yang buruk mematikan potensi anda memiliki asset di kemudian hari.

Seandainya, anda memiliki sisa 10% setiap bulannya dari pendapatan anda setelah dikurangi berbagai pengeluaran. Kemudian anda kumpulkan sisa tersebut selama 5 tahun maka anda bisa mengatakan kepada diri anda sendiri , “Saya bisa membeli sesuatu !”. dan sesuatu itu bisa saja sebuah asset baru. Entah kendaraan, tanah, rumah atau barang apapun yang menambah daftar barang-barang berharga anda.

Tapi coba kalau anda tidak memiliki sisa uang sedikitpun setiap bulannya. Mampukah anda berkata, “ Saya bisa membeli sesuatu !”. saya kira anda masih bisa, dengan utang lagi tetu saja. Tapi bukankah itu membawa anda semakin dalam terperosok ? Teriakan kedua anda , “ saya bisa membeli sesuatu !” tidak selantang teriakan pertama anda. Teriakan anda yang pertama sangat lantang karena tanpa beban. Sedang yang kedua sarat beban.

Begitulah, jika anda tidak terjerembab dalam hutang yang buruk anda masih menjaga potensi anda memiliki asset di masa yang akan datang. Bahkan tidak mungkin asset yang anda beli dari sisa pendapatan itulah yang akan membuat anda semakin kaya.

(BAGIAN DARI BUKU : BERANI UTANG PASTI UNTUNG !)

Komentar
  1. agisni mengatakan:

    terimakasih atas pandangan yang sangat positif ini,,,,karna saya merupsksn salah satu dari dampak utang buruk,,,, semua hal yang di uraikan di atas sangat berkena pada diri saya,,,,namun sampai saat ini saya belum mampu keluar dari permasalahan saya,,,dan yang paling saya takutkan adalah jaminan utang saya berupa jaminan tempat tinggal saya dan keluarga kecil saya,pada salah satu bank pemberi pinjaman….apalagi saat ini usaha saya belum dapat beroperasi dan menghasilkan untuk kehidupan keluarga dan melunasi utang….,,saya mohon dengan sangat untuk bimbingannya agar saya dapat keluar dari masalah ini,,,
    terimakasih,,,
    agisni di balikpapan kaltim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s