Ada berita gembira dari dunia perbankan. Per 1 Januari 2013, semua bank penerbit kartu kredit menurunkan suku bunga kartu kredit. Penurunan itu menurut saya sangat signifikan.

Biasanya, kartu kredit mengenakan bunga pinjaman untuk pembelian sebesar 3,5% dan tarik tunai 4%. Namun, Bank Indonesia “memaksa” bank menurunkan suku bunga dibawah 3% setiap bulannya. Jadi, bunga untuk transaksi pembelian dan beban bunga tarik tunai ditetapkan maksimal sebesar 2,95%.

Penurunan ini disambut beragam sikap dari para bankir. Ada yang tenang-tenang saja menghadapi penurunan suku bunga itu, tetapi ada pula yang menggerutu karena kemungkinan bank mengalami penurunan pendapatan bunga dari kartu kredit.

Sementara itu, BI juga tak mau kalah memberikan alasan. Mereka menyatakan bahwa penurunan itu dilakukan untuk melindungi konsumen kartu kredit dan menurunkan risiko.

Kali ini, saya setuju bahwa penurunan suku bunga ini paling tidak mampu menurunkan beban bunga pinjaman yang begitu mencekik. Namun, kalau boleh bermimpi, suku bunga yang ideal untuk bunga kartu kredit ada dikisaran 2,5% setiap bulannya. Bagi pengusaha yang menggunakan kartu kredit sebagai modal usaha, bunga sebesar itu sungguh membantu.

Bagaimana caranya pengusaha menggunakan kartu kredit sebagai modal usaha? silakan klik disini

Yah, moga-moga tahun depan bunganya bisa turun lagi…amin! :)


digibookAkhir-akhir ini kepala saya sedang pusing. Bisnis penerbitan yang saya kelola mengalami penurunan penjualan yang serius. Pertanyaan saya, apakah saya harus berhenti?

Dibisnis penerbitan konvensional, seorang penerbit memang harus cerdas dan ulet menghadapi perkembangan bisnis. Berbagai tantangan selalu menghadang didepan, mulai dari tingginya biaya cetak hingga buku tak laku dijual.

Buku saya memang tak bagus dipenjualan. Retur-nya tinggi sekali, sampai-sampai saya harus menjual buku itu dalam bentuk kiloan. Sungguh mengenaskan bukan? hehehehe

Cuma, saya telah berjanji pada diri sendiri untuk tidak menyerah dengan kondisi ini. Saya harus mencari cara baru supaya dapat tetap memproduksi buku dengan biaya yang sangat rendah.

Eh, ternyata ikhtiar saya didengar Tuhan. Ia mengirimkan teman untuk berbicara kepada saya tentang cara memproduksi buku nyaris tanpa biaya dan menjualnya hingga ke seluruh penjuru dunia. Jadi kalau memang buku saya bagus, orang-orang di luar negaraku ini bisa membacanya.

Singkat cerita, saya kini menulis dan memproduksi buku dalam bentuk digital dan menjualnya di toko-toko buku digital seperti ini, ini dan juga ini. Selain scanie, buku-buku digital itu juga dijual di sini .

Saya harus berterimakasih kepada para partner bisnis saya: Itunes, android, dan toko-toko buku Digital. Berkat mereka saya masih bisa bertarung dibisnis penerbitan dangan modal sangat kecil dan penjualan yang luar biasa.

Anda mau coba?

Saya yakin Anda juga bisa, Salam sempurna!


Kartu kredit biasanya dikenal sebagai alat pembayaran barang atau jasa yang bersifat konsumtif. Kartu plastik itu selain mempermudah urusan pembayaran, juga dengan cepat mewujudkan produk yang kita inginkan. Mau televisi atau kulkas baru? mudah saja, pergi ke toko lalu gesekkan kartu kredit anda. Mau mengajak keluarga atau pasangan ke sebuah restoran untuk menikmati makan malam? Ngga usah ragu, kartu kredit bisa membayar apa yang anda makan. Sepertinya, nikmat bener hidup ini, main gesek kartu semua bisa terwujud.

Tapi tunggu dulu! Cerita belum selesai. Anda harus membayar tagihan kartu kredit untuk semua yang anda nikmati. nah, jika tagihan menumpuk segede gunung, maka bisa jadi sebagian besar penghasilan akan tersedot membayar tagihan-tagihan itu. Apesnya lagi, apa yang anda beli dengan kartu kredit merosot nilainya. Barang-barang elektronik akan menurun bahkan nyaris nol nilainya. Sementara apa yang anda makan telah berakhir dijamban.

Nah, bagaimana bila kartu kredit itu kita gunakan untuk menambah penghasilan? Menambah nilai dari apa yang kita beli? Apa bisa? ohhh tentu bisa! Caranya? Dengan mengubahnya menjadi modal usaha!

Begini contohnya. Misalkan, anda memiliki usaha pembuatan kue atau roti. Tentu anda membutuhkan berbagai macam bahan baku seperti telur, tepung terigu dan lain sebagainya bukan? Nah, bahan-bahan baku itu bisa anda beli di outlet-outlet yang menerima pembayaran dengan menggunakan kartu kredit. Kemudian, putarkan terus modal itu dalam bisnis kue tadi.

Bila anda menggesek kartu ditanggal yang pas, maka anda bisa menikmati periode utang yang cukup lama yaitu 30-45 hari. Lalu, Jika seluruh tagihan dibayar penuh sebelum jatuh tempo, maka anda akan terbebas dari biaya bunga alias bunga NOL persen.

Masih banyak jurus-jurus yang bisa digunakan untuk mengubah kartu kredit jadi modal usaha. Semua itu sebenarnya akan dikupas dalam sebuah seminar sehari di KOTA KEDIRI Jawa Timur.

Seminar JURUS MAUT KARTU KREDIT JADI MODAL USAHA

Pembicara : BUDI “KELIK” HERPRASETYO

Tanggal : 29 OKTOBER 2011

Tempat : HOTEL GRAND SURYA KEDIRI

Pukul : 08.00-17.00 wib

Sesi pertama akan mengupas berbagai jurus yang bisa digunakan untuk mengubah kartu kredit jadi modal usaha. Sementara sesi kedua akan mengupas penerapan jurus-jurus tersebut dalam bisnis melalui kasus-kasus nyata yang telah berhasil.Diharapkan peserta dengan mudah mengelola bisnisnya dengan menggunakan modal dari kartu kredit.

Berapa biayanya? cukup dengan 250 ribu per orang. Tidak usah membuang uang berjuta-juta untuk emngikuti seminar yang diberikan secara tuntas ini.Selain itu setiap peserta akan memperoleh secara GRATISS! CD E-Book terbaru berjudul JURUS MAUT KARTU KREDIT JADI MODAL USAHA yang ditulis oleh pembicara.

Nah, tunggu apa lagi? segera dapatkan tiketnya di:

1. Budi Herprasetyo , silakan hubungi saya melalui e-mail ke budihp20@gmail.com

2. Toko cindy tulungagung, CP. Bp Mike 0355-7700058 | 08155051048

3. Hotel Grand Surya Kediri , CP Bp Stefanus 0354 686 000

4.Adora Media, jl Blitar 29 Ngunut Tulungagung 0355-395117

Yuk, belajar mengubah kartu kredit menjadi modal usaha, supaya bisnis anda mampu melesat dan membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya. semoga bermanfaat!

Salam sempurna!


Bicara tentang kartu kredit tidak ada habisnya. Kartu plastik itu telah menggurita jumlah dan penggunanya. Tidak sedikit yang terjebak dalam pusaran utang tak berkesudahan, namun banyak pula yang sukses menggunakannya.

Mungkin Anda sudah tahu bahwa kartu kredit dapat diubah menjadi modal usaha. Dalam blog ini, saya pernah mengupasnya meskipun tidak begitu detail. Menjawab banyak pertanyaan mengenai bagaimana cara mengubaha kartu kredit menjadi modal kerja? Bagaimana mengelola pinjaman itu agar dapat memperoleh keuntungan sekaligus membuat cashflow usaha tetap positif bahkan meningkat? Saya diundang oleh teman-teman dari ADORA MEDIA untuk menggelar sebuah seminar dengan tema : JURUS MAUT KARTU KREDIT JADI MODAL USAHA. Seminar ini akan digelar pada tanggal 29 OKTOBER 2011 di HOtel GRAND SURYA Kota KEDIRI JAWA TIMUR.

Para peserta akan saya ajak untuk mengenal jurus2 mengubah kartu kredit jadi modal usaha dengan mudah. Sekaligus mengelola bisnis agar kartu kredit menjadi senjata pamungkas untuk menggenjot omset dan keuntungan. Selain itu, peserta akan memperoleh Buku terbaru saya yang akan di-launching saat itu JURUS MAUT KARTU KREDIT JADI MODAL USAHA dalam bentuk CD E-Book. Biaya investasi untuk acara yang digelar dari jam 8.00 wib – 17.00 wib ( coffe break + lunch) sebesar Rp 250 ribu saja. Ngga usaha merogoh kantung berjuta-juta untuk mengikuti seminar ini.

Berminat? Silakan hubungi:

1. Pemilik Blog ini alias Budi “Kelik” Herprasetyo dengan cara menghubungi saya pribadi di e-mail: budihp20@gmail.com. Saya akan memberitahukan cara memesannya.

2. Toko Cindy Baby Clotes Tulungagung

3. Tiket Box di Hotel Grand Surya
Jl. Dhoho no 95 KEDIRI
Cp Bp.Stefanus +62 354 686 000

4. Adora Media
jl. raya Blitar 29 Ngunut
Cp Nina/Misty 0355-395117

Oh Ya, di tempat yang sama di Hotel GRAND SURYA, tanggal 30 Oktober 2011, akan diadakan konsultasi pribadi dengan saya bagi yang berminat. Jangan lewatkan seminar terheboh tahun ini!

Seminar serupa akan digelar di kota:

Jogjakarta November 2011
Surabaya Desember 2011
Semarang Januari 2012


Seorang teman bertanya kepada saya,”Darimana kamu belajar bisnis?”. Pertanyaan itu saya jawab dengan tegas,”Saya belajar banyak dari banyak orang, termasuk diantaranya sahabat-sahabat saya yang keturunan cina”.Ya, saya berhutang banyak dengan mereka, sahabat-sahabat saya yang kebetulan keturunan cina.

Di tahun 1993 hingga 1996, saya “nyantrik” disebuah sekolah di Kota Jogjakarta. Sekolah itu bernama Kolese John De Britto. Selama 3 tahun saya memahami benar bahwa perbedaan ras atau suku bukanlah sesuatu yang harus terus menerus dipersoalkan. Saya, yang kebetulan orang jawa, bisa bergaul akrab dengan teman-teman yang kebetulan keturunan cina. Segala suka dan duka kami jalani bersama, tanpa tentu saja mengabaikan perbedaan yang kami miliki secara pribadi.

Adalah teman-teman saya yang keturunan cina itu yang mengajari saya berbisnis kala di De britto. Mereka memberitahu bagaimana berbisnis sticker, atau menjual kaos dan jaket yang bisa dijual kepada teman-teman sekolah. Mereka, memberikan contoh bagaimana memulai sebuah bisnis. Inilah, kelebihan yang mereka miliki, yang dapat saya ambil sebagai sebuah skill yang sangat berguna bagi saya dikelak kemudian hari.

Pengalaman semasa di De Britto terus berlanjut. Ketika saya bekerja sebagai seorang banker, saya bertemu dan berkenalan dengan banyak pengusaha keturunan cina. Mereka, tak segan memberikan berbagai trik dan tips bisnis yang mereka miliki. Bahkan, beberapa kenalan memberikan motivasi luar biasa supaya saya berani mengambil keputusan menjadi seorang pengusaha.

Apa yang saya alami adalah sebuah titik kecil dari perpotongan garis perbedaan yang kita miliki, khususnya mengenai perbedaan suku, ras ataupun agama. Seandainya saja, setiap orang di bangsa ini bisa bekerja sama dengan erat, mengukir dibenaknya bahwa perbedaan itu merupakan sebuah anugerah untuk menggapai sebuah kesuksesan, maka kemandirian ekonomi yang dicita-citakan para founding fathers bangsa ini dapat segera terwujud.

Semoga!

Mau tau ebook-ebook saya? klik link bawah ini

Berani Utang Untuk Investasi Pasti Untung!

Sukses Ubah Kartu Kredit Jadi Modal usaha!


Sekarang kita bisa mencari tahu kriteria yang disematkan pada kartu kredit. Kartu kredit ini digolongkan dalam pinjaman jangka pendek. Meskipun dalam praktiknya, kita bisa menggunakan pinjaman kartu kredit lebih dari satu tahun.

Para pemilik kartu kredit dengan bebas menarik pinjaman sekaligus menyetorkan uang pembayaran. Anda bebas menarik pinjaman berkali-kali sesuai plafond yang tersedia dan membayar tagihan sebelum tanggal jatuh tempo dengan jumlah minimum yang ditentukan. Saat ini pembayaran minimum tagihan kartu kredit ditetapkan sebesar 10% dari total tagihan. Misalnya, total tagihan kartu kredit Anda 5 juta rupiah, maka sebelum tanggal jatuh tempo Anda wajib membayar tagihan minimum sebesar 500 ribu rupiah.

Dari cara penggunaannya, kartu kredit dapat digolongkan sebagai pinjaman revolving. Dimana debitur (peminjam) diberi plafon atau limit maksimal pinjaman yang dapat digunakan dalam rekening tertentu, bebas menarik dan menyetor dana sebagai cicilan pokok beserta bunga.

Menariknya lagi kartu kredit memiliki cara penarikan dan pengembalian yang tidak terjadwal. Memang betul, bahwa kartu kredit memiliki batas waktu pembayaran. Tetapi pemegang kartu bisa membayar seluruh tagihan sebelum tanggal jatuh tempo. Keuntungannya, nasabah tidak akan dikenakan denda atau penalti.

Hal ini berbeda dengan fasilitas pinjaman yang terjadwal seperti pinjaman untuk pembelian kendaraan bermotor misalnya. Jika debitur melakukan pelunasan sebelum masa kredit berakhir, biasanya debitur akan dikenakan pinalti berupa denda. Nah, kartu kredit malah sebaliknya, bila debitur melunasi seluruh tagihan sebelum tanggal jatuh tempo, tidak akan dikenai denda. Bahkan, tidak hanya bebas denda, tetapi bebas bunga!

Dari cara menghitung bunga pinjaman, kartu kredit menggunakan sistem efective murni. Dimana bunga dihitung berdasarkan sisa pokok utang pada akhir periode. Dalam hal ini, kartu kredit sebenarnya lebih memiliki keunggulan dibandingkan dengan pinjaman modal usaha tanpa agunan yang kini marak diluncurkan oleh beberapa Bank besar.
Kalau diamati secara cermat, kartu kredit memiliki banyak kemiripan dengan pinjaman modal kerja dengan fasilitas rekening koran. Sering juga disebut dengan pinjaman R/K. Jenis pinjaman fasilitas R/K ini banyak digunakan sebagai modal kerja.

Ada beberapa karakteristik yang sama-sama dimiliki oleh pinjaman R/K dan kartu kredit.

Tabel Karakteristik Pinjaman R/K & Kartu Kredit

Karakteristik Pinjaman R/K Kartu Kredit
Jangka waktu: R/K < 1 tahun , KK < 1 tahun

Sifat Penggunaan: R/K (Revolving), KK (Revolving)

Tujuan : R/K (Modal Kerja) , KK (Konsumtif)

Cara tarik & setor: R/K (Tidak terjadwal), KK : (Tidak terjadwal)

Perhitungan Bunga: R/K (Effective) , KK : (Effective)

Pinjaman R/K dan kartu kredit memiliki banyak kemiripan dari sisi karakteristik. Kemiripan itu terdapat pada karakteristik yang penting seperti sifat penggunaan dan cara menarik serta menyetor.
Mengapa saya bilang penting? Karena karakteristik penggunaan serta cara menarik dan menyetor adalah senjata bagi pengusaha dalam menggunakan kartu kredit ataupun pinjaman R/K sebagai modal usaha.
Dengan dua karakterisitik penting yang sama-sama dimiliki, layaklah bila kartu kredit disebut sebagai “imitasi” pinjaman rekening koran. Oleh karena itu sangat dimungkinkan jika kartu kredit digunakan sebagai tambahan modal usaha. Disinilah seorang pengusaha bisa mengubah tujuan penggunaan kartu kredit: dari konsumtif menjadi produktif.

Ada kelebihan lain yang dimiliki oleh kartu kredit dibandingkan pinjaman R/K. Pinjaman R/K biasanya meminta syarat lain yaitu adanya jaminan aset fisik seperti tanah,bangunan atau kendaraan bermotor, dari debitur. Sementara kartu kredit tidak meminta debitur untuk menyerahkan aset fisik sebagai jaminan. Ini juga merupakan satu kelebihan dari kartu kredit. Selain tentu saja berbagai kelebihan untuk mengubah kartu kredit menjadi lebih produktif.
Perlu Jurus Khusus!

Seperti pesilat-pesilat dalam film kungfu, mereka menggunakan teknik-teknik tertentu ketika berhadapan dengan lawan. Penguasaan teknik yang baik, akan memberikan kesempatan lebih besar untuk mengalahkan musuh.
Demikian pula dalam mengubah kartu kredit menjadi modal usaha. Layaknya pesilat, Anda butuh jurus agar bisa menggunakan kartu kredit untuk mengembangkan usaha.

Sukses tidaknya jurus itu digunakan, tergantung bagaimana seorang nasabah kartu kredit memadukan jurus tadi dengan kondisi usaha yang dikelolanya. Perpaduan yang pas, akan sangat membantu pengusaha untuk memperoleh hasil dari penggunaan pinjaman kartu kredit.

Bagi yang punya Ipad dan android bisa men-download buku Sukses Ubah Kartu Kredit Jadi Modal Usaha disini


konsumtifDalam sebuah workshop mengenai pengelolaan keuangan keluarga beberapa waktu lalu, seorang ibu bertanya kepada saya,” Pak, saya ini sudah berusaha keras untuk bisa mengirit uang sebaik-baiknya. Tetapi, saya selalu gagal. Ada apa dengan diri saya? Apakah ini sebuah kelainan?”

Masalah yang dihadapi ibu tadi dialami oleh banyak orang. Berusaha semaksimal mungkin untuk menyisihkan uang tetapi tidak berhasil. Lebih miris lagi, kekurangan uang kerap keli terjadi.

Biasanya, uang yang mengalir deras dari kantung kita digunakan untuk hal-hal yang bersifat konsumtif. Anehnya lagi, tindakan itu dilakukan tanpa sadar dan berulang-ulang.

Nah, untuk mengatasi hal itu ada sebuah tips yang mungkin berguna untuk Anda. Tips itu saya sebut “Pengalih Perhatian”. Bagaimana caranya?

Gunakan uang Anda membeli barang yang ber-”nilai”. Anda tetap menyalurkan hasrat Anda untuk belanja, tetapi kepada sesuatu yang memiliki “nilai”.

Misalnya begini, seorang teman mengeluh uangnya selalu habis untuk biaya makan diluar rumah. Setiap bulan tidak kurang dari 2 juta uang yang dihabiskan untuk makan di restoran. Padahal, ia juga memasak makanan setiap hari. Ia mulai gelisah dengan pengeluaran yang besar hanya untuk urusan perut ini.

Ia mengkuti saran saya untuk meng-kredit mobil. Dengan cicilan sebesar 2 juta setiap bulannya, Ia “dipaksa” untuk mengalihkan perhatian dari urusan perut kepada urusan bayar tagihan cicilan mobil yang ia miliki. Keterpaksaan ini membuat ia mampu menyisihkan 2 juta sebulan untuk memperoleh sesuatu yang ber”nilai” dibandingkan habis digunakan untuk pergi ke restoran.

So, kalo Anda tidak mampu mengatasi sikap boros pada hal-hal konsumtif, alihkan perhatian dengan cara membeli sesuatu yang ber-”nilai”.

Semoga bermanfaat, selamat idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin!

Salam sempurna!