Kartu kredit biasanya dikenal sebagai alat pembayaran barang atau jasa yang bersifat konsumtif. Kartu plastik itu selain mempermudah urusan pembayaran, juga dengan cepat mewujudkan produk yang kita inginkan. Mau televisi atau kulkas baru? mudah saja, pergi ke toko lalu gesekkan kartu kredit anda. Mau mengajak keluarga atau pasangan ke sebuah restoran untuk menikmati makan malam? Ngga usah ragu, kartu kredit bisa membayar apa yang anda makan. Sepertinya, nikmat bener hidup ini, main gesek kartu semua bisa terwujud.

Tapi tunggu dulu! Cerita belum selesai. Anda harus membayar tagihan kartu kredit untuk semua yang anda nikmati. nah, jika tagihan menumpuk segede gunung, maka bisa jadi sebagian besar penghasilan akan tersedot membayar tagihan-tagihan itu. Apesnya lagi, apa yang anda beli dengan kartu kredit merosot nilainya. Barang-barang elektronik akan menurun bahkan nyaris nol nilainya. Sementara apa yang anda makan telah berakhir dijamban.

Nah, bagaimana bila kartu kredit itu kita gunakan untuk menambah penghasilan? Menambah nilai dari apa yang kita beli? Apa bisa? ohhh tentu bisa! Caranya? Dengan mengubahnya menjadi modal usaha!

Begini contohnya. Misalkan, anda memiliki usaha pembuatan kue atau roti. Tentu anda membutuhkan berbagai macam bahan baku seperti telur, tepung terigu dan lain sebagainya bukan? Nah, bahan-bahan baku itu bisa anda beli di outlet-outlet yang menerima pembayaran dengan menggunakan kartu kredit. Kemudian, putarkan terus modal itu dalam bisnis kue tadi.

Bila anda menggesek kartu ditanggal yang pas, maka anda bisa menikmati periode utang yang cukup lama yaitu 30-45 hari. Lalu, Jika seluruh tagihan dibayar penuh sebelum jatuh tempo, maka anda akan terbebas dari biaya bunga alias bunga NOL persen.

Masih banyak jurus-jurus yang bisa digunakan untuk mengubah kartu kredit jadi modal usaha. Semua itu sebenarnya akan dikupas dalam sebuah seminar sehari di KOTA KEDIRI Jawa Timur.

Seminar JURUS MAUT KARTU KREDIT JADI MODAL USAHA

Pembicara : BUDI “KELIK” HERPRASETYO

Tanggal : 29 OKTOBER 2011

Tempat : HOTEL GRAND SURYA KEDIRI

Pukul : 08.00-17.00 wib

Sesi pertama akan mengupas berbagai jurus yang bisa digunakan untuk mengubah kartu kredit jadi modal usaha. Sementara sesi kedua akan mengupas penerapan jurus-jurus tersebut dalam bisnis melalui kasus-kasus nyata yang telah berhasil.Diharapkan peserta dengan mudah mengelola bisnisnya dengan menggunakan modal dari kartu kredit.

Berapa biayanya? cukup dengan 250 ribu per orang. Tidak usah membuang uang berjuta-juta untuk emngikuti seminar yang diberikan secara tuntas ini.Selain itu setiap peserta akan memperoleh secara GRATISS! CD E-Book terbaru berjudul JURUS MAUT KARTU KREDIT JADI MODAL USAHA yang ditulis oleh pembicara.

Nah, tunggu apa lagi? segera dapatkan tiketnya di:

1. Budi Herprasetyo , silakan hubungi saya melalui e-mail ke budihp20@gmail.com

2. Toko cindy tulungagung, CP. Bp Mike 0355-7700058 | 08155051048

3. Hotel Grand Surya Kediri , CP Bp Stefanus 0354 686 000

4.Adora Media, jl Blitar 29 Ngunut Tulungagung 0355-395117

Yuk, belajar mengubah kartu kredit menjadi modal usaha, supaya bisnis anda mampu melesat dan membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya. semoga bermanfaat!

Salam sempurna!


Bicara tentang kartu kredit tidak ada habisnya. Kartu plastik itu telah menggurita jumlah dan penggunanya. Tidak sedikit yang terjebak dalam pusaran utang tak berkesudahan, namun banyak pula yang sukses menggunakannya.

Mungkin Anda sudah tahu bahwa kartu kredit dapat diubah menjadi modal usaha. Dalam blog ini, saya pernah mengupasnya meskipun tidak begitu detail. Menjawab banyak pertanyaan mengenai bagaimana cara mengubaha kartu kredit menjadi modal kerja? Bagaimana mengelola pinjaman itu agar dapat memperoleh keuntungan sekaligus membuat cashflow usaha tetap positif bahkan meningkat? Saya diundang oleh teman-teman dari ADORA MEDIA untuk menggelar sebuah seminar dengan tema : JURUS MAUT KARTU KREDIT JADI MODAL USAHA. Seminar ini akan digelar pada tanggal 29 OKTOBER 2011 di HOtel GRAND SURYA Kota KEDIRI JAWA TIMUR.

Para peserta akan saya ajak untuk mengenal jurus2 mengubah kartu kredit jadi modal usaha dengan mudah. Sekaligus mengelola bisnis agar kartu kredit menjadi senjata pamungkas untuk menggenjot omset dan keuntungan. Selain itu, peserta akan memperoleh Buku terbaru saya yang akan di-launching saat itu JURUS MAUT KARTU KREDIT JADI MODAL USAHA dalam bentuk CD E-Book. Biaya investasi untuk acara yang digelar dari jam 8.00 wib – 17.00 wib ( coffe break + lunch) sebesar Rp 250 ribu saja. Ngga usaha merogoh kantung berjuta-juta untuk mengikuti seminar ini.

Berminat? Silakan hubungi:

1. Pemilik Blog ini alias Budi “Kelik” Herprasetyo dengan cara menghubungi saya pribadi di e-mail: budihp20@gmail.com. Saya akan memberitahukan cara memesannya.

2. Toko Cindy Baby Clotes Tulungagung

3. Tiket Box di Hotel Grand Surya
Jl. Dhoho no 95 KEDIRI
Cp Bp.Stefanus +62 354 686 000

4. Adora Media
jl. raya Blitar 29 Ngunut
Cp Nina/Misty 0355-395117

Oh Ya, di tempat yang sama di Hotel GRAND SURYA, tanggal 30 Oktober 2011, akan diadakan konsultasi pribadi dengan saya bagi yang berminat. Jangan lewatkan seminar terheboh tahun ini!

Seminar serupa akan digelar di kota:

Jogjakarta November 2011
Surabaya Desember 2011
Semarang Januari 2012


Seorang teman bertanya kepada saya,”Darimana kamu belajar bisnis?”. Pertanyaan itu saya jawab dengan tegas,”Saya belajar banyak dari banyak orang, termasuk diantaranya sahabat-sahabat saya yang keturunan cina”.Ya, saya berhutang banyak dengan mereka, sahabat-sahabat saya yang kebetulan keturunan cina.

Di tahun 1993 hingga 1996, saya “nyantrik” disebuah sekolah di Kota Jogjakarta. Sekolah itu bernama Kolese John De Britto. Selama 3 tahun saya memahami benar bahwa perbedaan ras atau suku bukanlah sesuatu yang harus terus menerus dipersoalkan. Saya, yang kebetulan orang jawa, bisa bergaul akrab dengan teman-teman yang kebetulan keturunan cina. Segala suka dan duka kami jalani bersama, tanpa tentu saja mengabaikan perbedaan yang kami miliki secara pribadi.

Adalah teman-teman saya yang keturunan cina itu yang mengajari saya berbisnis kala di De britto. Mereka memberitahu bagaimana berbisnis sticker, atau menjual kaos dan jaket yang bisa dijual kepada teman-teman sekolah. Mereka, memberikan contoh bagaimana memulai sebuah bisnis. Inilah, kelebihan yang mereka miliki, yang dapat saya ambil sebagai sebuah skill yang sangat berguna bagi saya dikelak kemudian hari.

Pengalaman semasa di De Britto terus berlanjut. Ketika saya bekerja sebagai seorang banker, saya bertemu dan berkenalan dengan banyak pengusaha keturunan cina. Mereka, tak segan memberikan berbagai trik dan tips bisnis yang mereka miliki. Bahkan, beberapa kenalan memberikan motivasi luar biasa supaya saya berani mengambil keputusan menjadi seorang pengusaha.

Apa yang saya alami adalah sebuah titik kecil dari perpotongan garis perbedaan yang kita miliki, khususnya mengenai perbedaan suku, ras ataupun agama. Seandainya saja, setiap orang di bangsa ini bisa bekerja sama dengan erat, mengukir dibenaknya bahwa perbedaan itu merupakan sebuah anugerah untuk menggapai sebuah kesuksesan, maka kemandirian ekonomi yang dicita-citakan para founding fathers bangsa ini dapat segera terwujud.

Semoga!


Sekarang kita bisa mencari tahu kriteria yang disematkan pada kartu kredit. Kartu kredit ini digolongkan dalam pinjaman jangka pendek. Meskipun dalam praktiknya, kita bisa menggunakan pinjaman kartu kredit lebih dari satu tahun.

Para pemilik kartu kredit dengan bebas menarik pinjaman sekaligus menyetorkan uang pembayaran. Anda bebas menarik pinjaman berkali-kali sesuai plafond yang tersedia dan membayar tagihan sebelum tanggal jatuh tempo dengan jumlah minimum yang ditentukan. Saat ini pembayaran minimum tagihan kartu kredit ditetapkan sebesar 10% dari total tagihan. Misalnya, total tagihan kartu kredit Anda 5 juta rupiah, maka sebelum tanggal jatuh tempo Anda wajib membayar tagihan minimum sebesar 500 ribu rupiah.

Dari cara penggunaannya, kartu kredit dapat digolongkan sebagai pinjaman revolving. Dimana debitur (peminjam) diberi plafon atau limit maksimal pinjaman yang dapat digunakan dalam rekening tertentu, bebas menarik dan menyetor dana sebagai cicilan pokok beserta bunga.

Menariknya lagi kartu kredit memiliki cara penarikan dan pengembalian yang tidak terjadwal. Memang betul, bahwa kartu kredit memiliki batas waktu pembayaran. Tetapi pemegang kartu bisa membayar seluruh tagihan sebelum tanggal jatuh tempo. Keuntungannya, nasabah tidak akan dikenakan denda atau penalti.

Hal ini berbeda dengan fasilitas pinjaman yang terjadwal seperti pinjaman untuk pembelian kendaraan bermotor misalnya. Jika debitur melakukan pelunasan sebelum masa kredit berakhir, biasanya debitur akan dikenakan pinalti berupa denda. Nah, kartu kredit malah sebaliknya, bila debitur melunasi seluruh tagihan sebelum tanggal jatuh tempo, tidak akan dikenai denda. Bahkan, tidak hanya bebas denda, tetapi bebas bunga!

Dari cara menghitung bunga pinjaman, kartu kredit menggunakan sistem efective murni. Dimana bunga dihitung berdasarkan sisa pokok utang pada akhir periode. Dalam hal ini, kartu kredit sebenarnya lebih memiliki keunggulan dibandingkan dengan pinjaman modal usaha tanpa agunan yang kini marak diluncurkan oleh beberapa Bank besar.
Kalau diamati secara cermat, kartu kredit memiliki banyak kemiripan dengan pinjaman modal kerja dengan fasilitas rekening koran. Sering juga disebut dengan pinjaman R/K. Jenis pinjaman fasilitas R/K ini banyak digunakan sebagai modal kerja.

Ada beberapa karakteristik yang sama-sama dimiliki oleh pinjaman R/K dan kartu kredit.

Tabel Karakteristik Pinjaman R/K & Kartu Kredit

Karakteristik Pinjaman R/K Kartu Kredit
Jangka waktu: R/K < 1 tahun , KK < 1 tahun

Sifat Penggunaan: R/K (Revolving), KK (Revolving)

Tujuan : R/K (Modal Kerja) , KK (Konsumtif)

Cara tarik & setor: R/K (Tidak terjadwal), KK : (Tidak terjadwal)

Perhitungan Bunga: R/K (Effective) , KK : (Effective)

Pinjaman R/K dan kartu kredit memiliki banyak kemiripan dari sisi karakteristik. Kemiripan itu terdapat pada karakteristik yang penting seperti sifat penggunaan dan cara menarik serta menyetor.
Mengapa saya bilang penting? Karena karakteristik penggunaan serta cara menarik dan menyetor adalah senjata bagi pengusaha dalam menggunakan kartu kredit ataupun pinjaman R/K sebagai modal usaha.
Dengan dua karakterisitik penting yang sama-sama dimiliki, layaklah bila kartu kredit disebut sebagai “imitasi” pinjaman rekening koran. Oleh karena itu sangat dimungkinkan jika kartu kredit digunakan sebagai tambahan modal usaha. Disinilah seorang pengusaha bisa mengubah tujuan penggunaan kartu kredit: dari konsumtif menjadi produktif.

Ada kelebihan lain yang dimiliki oleh kartu kredit dibandingkan pinjaman R/K. Pinjaman R/K biasanya meminta syarat lain yaitu adanya jaminan aset fisik seperti tanah,bangunan atau kendaraan bermotor, dari debitur. Sementara kartu kredit tidak meminta debitur untuk menyerahkan aset fisik sebagai jaminan. Ini juga merupakan satu kelebihan dari kartu kredit. Selain tentu saja berbagai kelebihan untuk mengubah kartu kredit menjadi lebih produktif.
Perlu Jurus Khusus!

Seperti pesilat-pesilat dalam film kungfu, mereka menggunakan teknik-teknik tertentu ketika berhadapan dengan lawan. Penguasaan teknik yang baik, akan memberikan kesempatan lebih besar untuk mengalahkan musuh.
Demikian pula dalam mengubah kartu kredit menjadi modal usaha. Layaknya pesilat, Anda butuh jurus agar bisa menggunakan kartu kredit untuk mengembangkan usaha.

Sukses tidaknya jurus itu digunakan, tergantung bagaimana seorang nasabah kartu kredit memadukan jurus tadi dengan kondisi usaha yang dikelolanya. Perpaduan yang pas, akan sangat membantu pengusaha untuk memperoleh hasil dari penggunaan pinjaman kartu kredit.

Bagian dari CD E-book : Jurus Maut Kartu Kredit Jadi Modal Usaha by Budi "kelik" Herprasetyo


konsumtifDalam sebuah workshop mengenai pengelolaan keuangan keluarga beberapa waktu lalu, seorang ibu bertanya kepada saya,” Pak, saya ini sudah berusaha keras untuk bisa mengirit uang sebaik-baiknya. Tetapi, saya selalu gagal. Ada apa dengan diri saya? Apakah ini sebuah kelainan?”

Masalah yang dihadapi ibu tadi dialami oleh banyak orang. Berusaha semaksimal mungkin untuk menyisihkan uang tetapi tidak berhasil. Lebih miris lagi, kekurangan uang kerap keli terjadi.

Biasanya, uang yang mengalir deras dari kantung kita digunakan untuk hal-hal yang bersifat konsumtif. Anehnya lagi, tindakan itu dilakukan tanpa sadar dan berulang-ulang.

Nah, untuk mengatasi hal itu ada sebuah tips yang mungkin berguna untuk Anda. Tips itu saya sebut “Pengalih Perhatian”. Bagaimana caranya?

Gunakan uang Anda membeli barang yang ber-”nilai”. Anda tetap menyalurkan hasrat Anda untuk belanja, tetapi kepada sesuatu yang memiliki “nilai”.

Misalnya begini, seorang teman mengeluh uangnya selalu habis untuk biaya makan diluar rumah. Setiap bulan tidak kurang dari 2 juta uang yang dihabiskan untuk makan di restoran. Padahal, ia juga memasak makanan setiap hari. Ia mulai gelisah dengan pengeluaran yang besar hanya untuk urusan perut ini.

Ia mengkuti saran saya untuk meng-kredit mobil. Dengan cicilan sebesar 2 juta setiap bulannya, Ia “dipaksa” untuk mengalihkan perhatian dari urusan perut kepada urusan bayar tagihan cicilan mobil yang ia miliki. Keterpaksaan ini membuat ia mampu menyisihkan 2 juta sebulan untuk memperoleh sesuatu yang ber”nilai” dibandingkan habis digunakan untuk pergi ke restoran.

So, kalo Anda tidak mampu mengatasi sikap boros pada hal-hal konsumtif, alihkan perhatian dengan cara membeli sesuatu yang ber-”nilai”.

Semoga bermanfaat, selamat idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin!

Salam sempurna!


Rasa penasaran terkadang mampu membuat orang berani untuk memulai. Termasuk saya tentunya.

Terus terang saja, saya penasaran sekali dengan bisnis penerbitan. Khususnya penerbitan buku. Pertanyaan pertama yang ada dibenak saya saat itu adalah apakah saya mampu menerbitkan buku?

Sedikit pengalaman sebagai penulis buku sudah saya miliki. Saat sebagai penulis saya tidak terlalu memikirkan bagaimana buku itu diproduksi, bagaimana bisa dipajang di rak toko buku terkenal. Yang saya tahu saat itu saya hanya menerima fee dari hasil penjualan buku saya. Masalah bisnisnya? Wah mana saya tahu.

Saya lalu menantang diri saya sendiri. Untuk mencoba “naik kelas”, menjadi penulis buku sekaligus menerbitkannya. Dan..saya berhasil melewati satu fase pembelajaran itu. Sebuah buku berjudul “RAHASIA SURAT HATI”, telah siap menyapa para pembaca sekalian, termasuk Anda tentunya.

Buku ini masih baru terbit. Hingga masih harus diuji apakah pasar mau menerimanya atau tidak. Saya berjanji akan mengupas habis bisnis penerbitan ini untuk teman-teman semua.

Nah, sekarang silakan ke toko buku seperti Gramedia, Togamas, Gunung Agung dll dan jangan lupa membawa pulang buku terbitan Adora Media itu, sebuah perusahaan segede semut yang berani-beraninya menerbitkan buku ditengah gencetan perusahaan penerbitan segede gajah.

mau tau apa isinya buku ini? Yuk.. di-klik aja buku karya saya ini!

Salam sempurna !


Hari ini tanggal 28 Juli bakal ada demo besar-besaran di desa dimana saya hidup. Demonstrasi ini dipicu oleh pembangunan sebuah stasiun pengisian gas LPG dalam tabung, yang telah lama ditentang masyarakat sekitar.

Alasan masyarakat yang menentang sebenarnya sangat masuk akal. Masalah ledakan tabung gas akhir-akhir ini sangat meresahkan, lha bagaimana kalau statsiun itu bermasalah dan kemudian meledak. Apalagi lokasi stasiun pengisian itu berada di tengah pemukiman penduduk. Sangat dekat, sehingga wajar bila masyarakat cemas.

Usaha yang digagas oleh seorang pengusaha dari desa saya ini sebenarnya tidak ditentang masyarakat bila lokasinya jauh dari pemukiman penduduk. Namun sepertinya suara rakyat yang besar ini tidak diindahkan oleh sang pengusaha, hingga aksi massa keliatannya tak dapat dihindarkan.

Aksi-aksi ini kerap kita jumpai.Pertentangan antara pemilik usaha dan masyarakat dimana usaha itu berdiri kadang menjadi bumbu dalam perjalanan sebuah bisnis. Bahkan sampai terjadi kekerasan dalam penyelesaiannya.

Bagi pengusaha tentu tidak bisa main “slonong” begitu saja dalam membangun sebuah bisnis. Harus ada banyak hal yang diperhitungkan sebelum membangun sebuah bisnis. Salah satu hal penting yang hendaknya menjadi perhatian  bagi setiap pengusaha dalam membangun sebuah bisnis adalah masalah sosial benefit. Sosial benefit mempertanyakan apakah bisnis yang hendak dibangun memberikan keuntungan bagi kesejahteraan masyarakat dimana bisnis itu berada. Keuntungan tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung. Materi maupun non materi ( termasuk rasa aman ). Jika sebuah bisnis yang dibangun lebih banyak memberikan keuntungan sosial dibandingkan dampak negatif yang ditimbulkannya, maka layaklah kiranya sebuah bisnis itu dibangun. JIka sebaliknya, ada baiknya mencari jalan keluar yang lebih bijaksana.

Sejatinya, pebisnis adalah pelayan masyarakat. Maka sewajarnya jika bisnis yang dibangun mejadi  alat pelayanan yang mensejahterkan. Bukan sebaliknya. Selamat berbisnis!